advicoke

Kebutuhan listrik di Indonesia selama kurun waktu tujuh belas tahun (2003 s.d. 2020) diperkirakan akan tumbuh sebesar 6,5% per tahun; dari 91.720.000 MWh pada tahun 2002 menjadi 272.340.000 MWh pada tahun 2020.

Sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, setidaknya dibutuhkan dana sebesar US$ 125 miliar dalam 10 tahun mendatang atau rata-rata US$ 12,5 miliar per tahun. Dari jumlah tersebut yang mampu dipenuhi PLN adalah US$ 5 miliar/tahun atau sekitar Rp 50-60 triliun.

Diterbitkannya peraturan baru yang merevisi Peraturan Menteri ESDM No 4 Tahun 2012 tentang Harga Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Energi Terbarukan Skala Kecil dan Menengah adalah kabar menggembirakan bagi para calon investor.

PT. Wahana Eco Energi mendukung penyediaan tenaga listrik dari sumber energi terbarukan seperti stasiun pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTMH).

PLTMH merupakan pembangkit listrik ideal untuk wilayah dengan sumberdaya air yang tersebar seperti Indonesia, sumber energinya (air) tersedia melimpah, biaya operasionalnya murah dan teknologinya telah teruji.

Wahana Eco Energi adalah exclusive partner Gugler Gugler Waterturbine GmbH – Austria, yang di Indonesia bekerjasama dengan PT. Wahana Eco Energi sebagai exclusive partner; adalah sebuah perusahaan yang bisa mendesain, membuat, menyuplai dan memasang peralatan mechanical-electrical pembangkit listrik minihidro. Perusahaan ini telah berpengalaman lebih dari 90 tahun dengan  lebih dari 800 proyek pembangkit listrik tenaga minihidro yang tersebar di seluruh dunia.

Gugler membuat semua jenis turbin; Kaplan, Francis, dan Pelton dengan kapasitas per unit sampai 15 MW serta peralatan pendukung untuk stasiun pembangkit listrik tenaga minihidro. Oleh karena itu calon investor bisa mendapatkan semua yang diperlukan dari satu sumber; desain, suplai, instalasi dan supervisi hingga layanan purna jual.

Di Indonesia, turbin air Gugler tipe Francis sudah dioperasikan oleh PTPN VI Kayu Aro, Jambi. Pabrik teh Kayu Aro yang berdiri sejak tahun 1925, namun selama 30 tahun terakhir belum membukukan keuntungan akibat tingginya ongkos penyediaan listrik ini, pada tahun 2012 melakukan terobosan dengan memasang turbin air Gugler berkapasitas 970 KW. Dengan biaya listrik yang menjadi hanya Rp 135/kWh, membuat pabrik teh Kayu Aro dapat membukukan keuntungan pada tahun 2013. Dan pada awal tahun 2015, akan dipasang  turbin air Kaplan dengan kapasitas 5,5 MW di wilayah Banten dan  turbin  Pelton  dengan  kapasitas  2 x 7  MW di Wilayah  Aceh.